Jumat, 19 April 2013

Masalah kernel, brightness, suara dan panas di laptop linux

Berawal dari ketidak puasan saya dengan masalah brightness di laptop saya, yg hanya mengubah  file /etc/default/"grub" maka saya coba otak atik kernel.

Modifikasi kernel hanya bisa dilakukan dengan jalan menginstal linux kedalam hardisk, dan tidak bisa dengan cara live_usb.

Dengan hasil uji_cobanya sbb:
Super OS 9.04 saya instal  kernel 2.6.36 (upgrade kernel) dengan hasil brigtness menjadi terang benderang tanpa bisa diturunkan melalui pengaturan "power management" dan laptop cepat panas.

Super OS 9.10 saya instal  kernel 2.6.28.10 (downgrade kernel) dengan hasil brigtness bisa menjadi redup tapi suara tidak mau keluar alias bisu.

Super OS 9.10 saya instal  kernel 2.6.36 (upgrade kernel) dengan hasil brigtness menjadi terang benderang tanpa bisa diturunkan melalui pengaturan "power management" dan laptop cepat panas.

Super OS 10.04 saya instal  kernel 2.6.28.10 (downgrade kernel) dengan hasil brigtness bisa menjadi redup tapi touchpad, mousepad dan kibor tidak berfungsi kecuali tombol "power".

Super OS 10.04 saya instal  kernel 2.6.36 (upgrade kernel) dengan hasil brigtness menjadi terang benderang tanpa bisa diturunkan melalui pengaturan "power management" dan laptop cepat panas pernah mencapai 92derajat Celcius.

Setelah usaha diatas tidak memuaskan maka usaha selanjutnya upgrade dari "ubuntu 9.04" ke "ubuntu_10.04" dengan cara memakai bantuan  "ubuntu alternate iso"
 Usaha dan hasilnya sbb:

Ubuntu_9.04 saya upgrade dengan cara memakai bantuan  "ubuntu alternate iso" yg memakan waktu kira-kira 1,5jam kemudian saya upgrade lagi dengan cara memakai bantuan  "ubuntu alternate iso" ke "ubuntu_10.04" dan memakan waktu  kira-kira 1,5jam.
Dengan hasil brigtness bisa menjadi redup tapi touchpad, mousepad dan kibor tidak berfungsi kecuali tombol "power".

Kesimpulan;
Kernel berpengaruh terhadap brightness (kecerahan), suara dan suhu laptop.

Catatan:
Spesifikasi laptop saya sbb;
Merek ternama di dunia maupun di akhirat Axioo tipe mnv p315, pros Intel dual core, vga sis m672, ram 1Gb, hdd 250Gb.

Ini mungkin hanya berpengaruh terhadap laptop saya saja (jadi agak subjektif begitu).
Dalam percobaan saya pakai ubuntu atau turunannya dengan arsitektur 32bit.
Saya sekarang menggunakan ubuntu 9.04 dan hanya bisa pasrah karena minimnya fitur.

Senin, 15 April 2013

Android vs Linux (lihat distrowatch.com)

Setelah ring bel tinju berbunyi dalam ronde pertama dalam hitungan detik saja langsung si Android melepaskan hook kiri tepat pada dagu si Linux dan langsung K.O lah si Linux tanpa bisa berkutik lagi.